praktikum

  • Tugas Praktikum Sistem Operasi
    • SO Modul 1
    • SO Modul 2
    • SO Modul 3
    • SO Modul 4
    • SO Modul 5
  • Tugas Praktikum Dasar Komputer Dan Internet
    • DASKOM Modul 1
    • DASKOM Modul 2
    • DASKOM Modul 3
    • DASKOM Modul 4

      Sabtu, 13 Desember 2014

      DASKOM TUGAS PRAKTIKUM MODUL 1




      1.      Kenali dan pahami perangkat keras (hardware) yang ada dan identifikasi bagian-bagian perangkat keras tersebut?
      Hardware atau Perangkat Keras adalah komponen pada komputer yang dapat terlihat dan disentuh secara fisik. Jadi, rupa secara fisik dari komputer dapat kita sebut sebagai Hardware atau Perangkat Keras.
      Berikut contoh dari Hardware :

      -Motherboard (papan utama)


      Motherboard/mainboard adalah komponen utama yang membangun sebuah komputer. Berbentuk papan persegi dengan slot-slot untuk memasukkan komponen-komponen lain. Fungsinya untuk menghubungkan seluruh komponen PC. Perangkat keras komputer lain semuanya melekat langsung pada slot motherboard atau setidaknya terhubung menggunakan kabel.

      -Central Processing Unit (CPU)

      Biasa juga kita kenal sebagai “processor” atau “otak” dari komputer. Fungsi dari CPU ini adalah memproses dan mengolah semua kalkulasi dan perintah-perintah yang membuat komputer dapat dioperasikan. Karena panas yang dihasilkannya, CPU selalu dilengkapi dengan kipas dan juga heat sink untuk mengurangi suhunya. Pada jenis-jenis CPU terbaru, sudah dilengkapi pula dengan Graphic Processing Unit (GPU) yang terintegrasi ke dalam CPU, sebagai pengolah data-data grafis.

      -Random Access Memory (RAM)

      RAM berfungsi sebagai tempat transit data sementara untuk operasi-operasi yang tengah dijalankan oleh CPU. RAM bersifat volatile, artinya perangkat ini tidak meyimpan data secara permanen, hanya untuk operasi yang dibutuhkan saja. Kapasitas RAM pada PC yang sering kita temukan cukup beragam , mulai dari 256 MB (MegaBytes) – 16 GB (GigaBytes)

      -Video Graphic Array (VGA)

      VGA card atau kartu grafis berfungsi sebagai penghubung yang memungkinkan pengiriman data-data grafis antara PC dan perangkat display seperti monitor atau proyektor. Sebagian besar komputer memiliki VGA yang terpisah sebagai kartu ekspansi yang dipasang pada slot motherboard. Namun ada juga komputer yang mempunyai VGA terintegrasi pada motherboard atau pada CPU-nya.

      -Hard Disk Drive(HDD)

      Hard-disk berfungsi sebagai tempat penyimpanan data utama dalam sebuah sistem komputer. Sistem Operasi , aplikasi, dan dokumen-dokumen disimpan pada hard-disk ini. Pada PC terbaru, ada juga perangkat keras baru yang bernama Solid State Drive (SSD). Fungsinya sama seperti hard-disk, namun menawarkan kecepatan transfer data yang lebih cepat.

      -Optical Disc Drive

      Optical drive biasa juga dikenal dengan nama CD Drive, DVD Drive atau ODD. Fungsi dari perangkat ini adalah untuk membaca dan juga menyimpan data dari dan ke media cakram optik seperti CD , DVD, atau Blu-Ray Disc.

      -Power Supply Unit (PSU)

      Power Supply berfungsi sebagai pengkonversi dan penyalur energi listrik dari outlet sumber (misalnya listrik PLN) ke bentuk energi listrik yang dapat digunakan untuk menjalankan komponen komputer yang berada di dalam casing. Biasanya, PSU ini diletakkan di bagian belakang casing.

      -Soundcard

      Kartu suara (Sound Card) adalah suatu perangkat keras komputer yang digunakan untuk mengeluarkan suara dan merekam suara. Pada awalnya, Sound Card hanyalah sebagai pelengkap dari komputer.

      -Lan Card/Network Card

      Kartu jaringan (Inggris: network interface card disingkat NIC atau juga network card) adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. 

      -Monitor

      Disebut juga screen atau display. Fungsi dari layar monitor adalah untuk menampilkan video dan informasi grafis yang dihasilkan dari komputer melalui alat yang disebut kartu grafis (VGA Card). Monitor ini bentuk fisiknya hampir sama dengan televisi , hanya saja televisi biasanya mampu menampilkan informasi grafis dengan ukuran resolusi yang lebih tinggi.

      -Keyboard dan Mouse

      Keyboard dan mouse berfungsi sebagai alat input untuk memasukkan perintah teks, karakter, atau menggerakkan objek pada antarmuka grafis untuk diproses oleh komputer. Ukuran dan bentuk dari kedua alat ini cukup beragam, namun fungsinya sama saja.

      1.      Simulasikan perakitan computer pada IT Essential Virtual Desktop. Kemudian rakit pada PC yang sebenarnya?
       LANGKAH I : PERSIAPAN
      Persiapan yang baik akan memudahkan kita dalam merakit komputer. Persiapan meliputi:
      1. Merencanakan spesifikasi komputer yang akan kita rakit.
      Perencanaan disini diperlukan agar kita tahu seperti apa komputer yang akan kita rakit serta biaya yang akan dikeluarkan. Misalnya kita akan merakit komputer dengan spesifikasi menggunakan prossesor Hingh-end, Midle-end atau Low-end.
      2. Persiapan komponen dan perlengkapan
      Setelah membuat perencanaan tentang komputer yang akan kita rakit, maka selanjutnya adalah mempersiapkan komponen dan perlengkapan yang diperlukan sesuai dengan perencanaan yang kita buat. Komponen dan perlengkapan itu berupa hardware dan software serta komponen penunjang lainnya. 
      3. Persiapan untuk keamanan (saffety)
      Persiapan kemanan disini dimaksudkan sebagai langkah pengamanan bagi kita yang merakit dan komputer yang kita rakit. Keamanan diperlukan sebab merakit komputer tentu harus berhubungan dengan listrik yang dapat membahayakan kita dan komponen yang kita rakit. adapun yang diperlukan dalam pengamanan adalah:

      gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
      Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.
      LANGKAH II. PERAKITAN
      Langkah selanjutnya adalah masuk dalam perakitan (assembly) komputer. Dalam merakit ini sangat diperlukan ketelitian dan kesabaran agar komputer yang kita rakit dapat berfungsi dengan baik.
      Tahapan yang dilakukan dalam proses perakitan meliputi:

      1. Menyiapkan motherboard
      Keluarkan motherboard yang sudah Anda beli dari bungkusnya, lalu baca manual booknya dengan cermat untuk mengetahui posisi pen-jumper-an pada motherboard. Adapun posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.



      2. Memasang Prosessor
      Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.
      Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
      Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
      Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
      Turunkan kembali tuas pengunci.


      Jenis Slot
      Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
      Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak
      Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.

      3. Memasang Heatsink
      Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink. Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.

      4. Memasang Modul Memori
      Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.Jenis SIMM/>
      Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
      Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
      Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

      Keping Memori

      Cara Pasang Memori

      5. Memasang Motherboard pada Casing
      Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
      Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
      Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
      Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
      Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
      Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.


      Pasang Motherboard pada Casing

      6. Memasang Power Supply
      Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
      Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
      HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.

      Memasang Power Supply

      7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
      Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
      Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
      Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
      Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
      Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
      Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
      Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

      Kabel ON/OFF

      Kabel Power Motherboard

      Slot Kabel Panel

      8. Memasang Drive
      Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:
      Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
      Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
      Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
      Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
      Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
      Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
      Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan
      Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
      Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.

      Memasang Kabel Drivedisk

      9. Memasang Card Adapter (VGA)
      Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya.Cara memasang adapter:
      Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
      Pasang sekerup penahan card ke casing
      Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

      Memasang VGA


      10. Penyelessaian Akhir
      Pasang penutup casing dengan menggeser
      sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
      Pasang konektor monitor ke port video card.
      Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
      Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
      Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.

      Tahap Penyelesaian Akhir
      LANGKAH III:PENGUJIAN
      Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
      Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
      Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
      Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
      Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
      Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
      Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
      LANGKAH IV: PENANGANAN MASALAH (TROUBLESHOOTING)
      Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
      Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
      Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot
      LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung.


      2.      Buatlah laporan tertulis mengenai praktikum yang Anda saat ini dengan jelas (kesimpulan)!

      memahami bagai mana cara merakit komputer dengan baik dan benar dengan standart keamanan.


      Diposting oleh Unknown di 08.29
      Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

      Tidak ada komentar:

      Posting Komentar

Posting Lebih Baru Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

follow me on ig

Arsip Blog

  • ►  2015 (4)
    • ►  Januari (4)
  • ▼  2014 (5)
    • ▼  Desember (5)
      • SISTEM OPERASI MODUL 3
      • SISTEM OPERASI MODUL 2
      • SISTEM OPERASI MODUL 1
      • DASKOM TUGAS PRAKTIKUM MODUL 2
      • DASKOM TUGAS PRAKTIKUM MODUL 1
Tema Sederhana. Gambar tema oleh luoman. Diberdayakan oleh Blogger.